Pada 17 Januari 2026, jQuery 4.0.0 resmi rilis. Ini adalah major release pertama dalam hampir 10 tahun, jadi wajar kalau ada breaking change. Untuk pembaca bacadev.com yang sedang belajar JavaScript lewat buku pemrograman berbahasa Indonesia, artikel ini merangkum poin pentingnya agar mudah dipahami dan aman saat upgrade.
Ringksan
- jQuery 4.0.0 fokus modernisasi dan membersihkan API lama.
- Dukungan IE lawas dihentikan; IE11 masih didukung sampai jQuery 5.0.
- Source code pindah ke ES modules dan build-nya lebih modern.
- Slim build makin kecil, tetapi beberapa fitur lama dihapus.
jQuery pertama kali dikenalkan pada 14 Januari 2006 oleh John Resig di BarCamp, New York City. Dua dekade kemudian, library ini masih dirawat dan terus dimodernisasi. Rilis 4.0.0 menjadi penanda 20 tahun perjalanan jQuery sekaligus langkah besar menuju ekosistem web yang lebih modern.
Ringkasan perubahan penting
1. Dukungan IE versi lama dihentikan
jQuery 4.0 resmi menghentikan dukungan untuk IE 10 dan versi yang lebih lama. Dukungan IE 11 belum dihapus sepenuhnya; rencananya baru akan diakhiri di jQuery 5.0. Selain itu, dukungan juga dihentikan untuk Edge Legacy, iOS lebih lama dari 3 versi terakhir, Firefox lebih lama dari 2 versi terakhir (kecuali ESR), serta Android Browser. Jika proyek Anda masih harus mendukung browser lawas tersebut, sebaiknya tetap menggunakan jQuery 3.x.
2. Dukungan Trusted Types dan CSP
jQuery 4.0 menambahkan dukungan Trusted Types, sehingga HTML yang dibungkus TrustedHTML bisa digunakan sebagai input metode manipulasi tanpa melanggar directive CSP require-trusted-types-for. Untuk menghindari error CSP, sebagian besar request script async kini menggunakan tag <script> alih-alih inline script. Ada beberapa kasus yang masih memakai XHR (misalnya saat opsi headers dipakai), tetapi jQuery akan memakai <script> tag bila memungkinkan.
3. Source code pindah ke ES modules
Source jQuery di branch main sudah dimigrasi dari AMD ke ES modules. Sebelumnya, source memang dipublikasikan lewat npm dan GitHub, tetapi tidak bisa langsung diimpor sebagai module tanpa RequireJS. Sekarang jQuery memakai Rollup untuk packaging, dan seluruh test juga dijalankan khusus untuk ES modules. Hasilnya: jQuery lebih kompatibel dengan build tools modern, workflow kekinian, dan browser lewat script type=module.
4. API yang deprecated resmi dihapus
Banyak fungsi lama yang sudah deprecated akhirnya dihapus, di antaranya jQuery.isArray, jQuery.parseJSON, jQuery.trim, jQuery.type, jQuery.now, jQuery.isNumeric, jQuery.isFunction, jQuery.isWindow, jQuery.camelCase, jQuery.nodeName, jQuery.cssNumber, jQuery.cssProps, dan jQuery.fx.interval. Sebagian besar sudah punya padanan native, seperti Array.isArray(), JSON.parse(), String.prototype.trim(), dan Date.now().
Penghapusan API lama dan kode dukungan IE lawas juga membuat ukuran jQuery berkurang lebih dari 3 KB (gzipped).
5. Metode internal dihapus dari prototype
Di versi sebelumnya, prototype jQuery memuat beberapa metode Array internal seperti push, sort, dan splice yang sebenarnya tidak ditujukan untuk publik. Di jQuery 4.0, metode ini dihapus. Jika Anda sempat menggunakannya, pengganti yang disarankan adalah [].push.call( $elems, elem ).
6. Urutan event fokus kini sesuai spesifikasi W3C
Urutan event fokus sekarang mengikuti spesifikasi W3C. Mulai jQuery 4.0, jQuery tidak lagi menimpa perilaku native. Urutan baru adalah:
- blur
- focusout
- focus
- focusin
Sebelumnya, urutan jQuery adalah: focusout, blur, focusin, focus. Ini adalah perubahan breaking yang perlu diperhatikan jika Anda punya logika yang sensitif terhadap urutan event fokus.
7. Slim build makin kecil
Slim build di jQuery 4.0.0 menjadi lebih ringan karena Deferreds dan Callbacks dihapus. Ukurannya sekitar 19.5 KB (gzipped), atau sekitar 8 KB lebih kecil dari versi reguler. Karena semua browser yang didukung (kecuali IE11) sudah punya native Promises, sebagian besar penggunaan bisa pindah ke Promise native. Jika Anda masih harus mendukung IE11, gunakan build utama atau tambahkan polyfill Promise.
Kalau kamu sedang belajar JavaScript dari nol hingga praktik modern, bacadev.com menyediakan buku pemrograman berbahasa Indonesia yang bisa dipakai sebagai panduan langkah demi langkah.
Sumber: https://blog.jquery.com/2026/01/17/jquery-4-0-0/