Cloudflare mengumumkan bahwa The Astro Technology Company (pembuat framework Astro) kini bergabung ke Cloudflare. Astro dikenal sebagai framework untuk website berorientasi konten dan performa, dan Cloudflare menyebut sudah memakainya di berbagai situs serta dokumentasi mereka. Untuk pembaca bacadev.com yang belajar front-end lewat buku pemrograman berbahasa Indonesia, kabar ini menunjukkan Astro makin matang dan didukung perusahaan besar.
Ringksan
- Tim Astro kini berada di Cloudflare, tetapi proyek tetap open source.
- Portabilitas tetap dijaga: Astro bisa di-deploy di berbagai platform.
- Astro 6 beta sudah tersedia dengan dev server baru berbasis Vite.
Apa yang berubah dan yang tetap sama
- Tim penuh waktu Astro kini menjadi karyawan Cloudflare, dan akan terus mengerjakan Astro.
- Astro tetap open source (lisensi MIT), terbuka untuk kontribusi, dengan roadmap publik dan tata kelola terbuka.
- Portabilitas tetap jadi prioritas: Astro akan tetap bisa di-deploy ke platform dan cloud mana pun.
- Cloudflare tetap mendukung kontribusi open source melalui Astro Ecosystem Fund bersama mitra industri.
Sekilas tentang Astro 6
Cloudflare juga menyinggung Astro 6 yang sedang menuju versi final dalam beberapa minggu, dengan beta publik sudah tersedia. Versi ini membawa dev server baru berbasis Vite dan memanfaatkan Vite Environments API agar pengalaman lokal lebih mendekati runtime produksi. Dengan plugin Vite dari Cloudflare, astro dev bisa berjalan di workerd (runtime open source Cloudflare Workers), sehingga API seperti Durable Objects, D1, dan KV dapat digunakan sejak tahap lokal.
Kalau kamu sedang membangun proyek front-end modern, bacadev.com menyediakan buku pemrograman berbahasa Indonesia yang fokus pada praktik web yang rapi dan performa.
Sumber: https://blog.cloudflare.com/astro-joins-cloudflare/